Logo Bloomberg Technoz

Saham Teknologi Rontok, Bursa Asia Bersiap Buka di Zona Merah

News
17 July 2026 07:00

Ilustrasi Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Stephen Kirkland - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia bersiap dibuka melemah pada perdagangan hari Jumat (17/7). Pergerakan ini menyusul aksi jual massal saham-saham produsen cip yang menghantam Wall Street, dipicu oleh kecemasan investor mengenai apakah investasi masif di sektor kecerdasan buatan (AI) sebanding dengan valuasi sahamnya yang sudah terlampau tinggi.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham mengindikasikan adanya penurunan pada indeks acuan di Jepang dan Hong Kong. Sementara itu, kontrak untuk indeks S&P 500 terpantau tidak banyak berubah di awal perdagangan Asia pagi ini, setelah indeks acuan tersebut terkoreksi untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir. Di sisi lain, saham raksasa streaming Netflix Inc merosot pada sesi setelah penutupan pasar setelah memproyeksikan perlambatan pertumbuhan penjualan selama dua kuartal berturut-turut.


Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis pada Jumat pagi. Penguatan ini didorong oleh konflik di Timur Tengah yang terus memanas serta anjloknya lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Dalam gelombang volatilitas baru pada perdagangan hari Kamis, indeks saham raksasa cip anjlok lebih dari 4%. Kondisi ini terjadi saat investor mulai mempertanyakan apakah valuasi saham teknologi sudah terlampau mahal di tengah rencana belanja modalyang sangat masif. Sertifikat penitipan efek Amerika (ADR) milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) juga melemah, lantaran prospek kinerja yang solid tertutupi oleh perkiraan lonjakan biaya pengeluaran perusahaan.