BREN Sulit Masuk Indeks Bergengsi, Distribusi Saham Belum Merata
Cahya Puteri Abdi Rabbi
16 July 2026 17:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menghadapi risiko sulit masuk ke berbagai indeks saham, baik indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell, setelah masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC).
BREN telah masuk dalam daftar HSC sejak April 2026. Berdasarkan metodologi penetapan HSC menggunakan data kepemilikan saham per 31 Maret 2026, saham perseroan dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,31% dari total saham BREN, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat (scripless).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, masuknya suatu saham ke dalam daftar HSC tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran.
Namun, BEI telah menetapkan bahwa seluruh saham yang berstatus HSC tidak dapat masuk ke indeks-indeks utama Bursa.
"Kepada saham-saham yang memenuhi HSC ini tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, kami sudah menetapkan bahwa seluruh saham dalam HSC tidak akan masuk ke indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya," kata Jeffrey dalam konferensi pers pada Selasa (14/7/2026) lalu.






























