GROUNDBREAKING LAPANGAN ABADI
Ekspor Gas Masela Maksimal 40%, Bahlil Utamakan Pasar Jepang
Sabrina Mulia Rhamadanty
16 July 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Tanimbar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah mematok porsi ekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari hasil produksi Ladang Gas Abadi Blok Masela maksimal sebesar 40%, dengan memprioritaskan Jepang sebagai mitra pembeli utama (off-taker).
"Bagi kita sekarang yang terpenting adalah off-taker, ada kepastian. Prioritas negara pilihan pertama dari Indonesia adalah Jepang karena mereka terus berkomunikasi [dengan kami]," ungkap Bahlil dalam agenda groundbreaking proyek raksasa hulu migas tersebut di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Bahlil menambahkan bahwa sisa 60% dari total produksi gas blok tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Skema ini dirancang demi mendorong hilirisasi industri di dalam negeri.
"Dari rencana produksi [Blok Masela], minimal 60% akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maksimal 40% sisanya dapat diekspor, sambil kita melihat perjalanan negosiasi selanjutnya," tambah Bahlil.
Adapun, kebijakan menahan mayoritas produksi gas di dalam negeri bertujuan untuk menjamin pasokan energi di dalam negeri, khususnya bagi kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pupuk Indonesia (Persero).





























