Logo Bloomberg Technoz

IHSG Konsolidasi, Pasar Cermati Outlook Fiskal dan Revisi HSC

Cahya Puteri Abdi Rabbi
15 July 2026 07:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas dengan kecenderungan konsolidasi pada perdagangan Rabu (15/7/2026), setelah ditutup menguat tipis 0,03% ke level 6.039,52 pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

"IHSG berpeluang bergerak pada rentang support 5.950 dan resistance 6.125 pada perdagangan Rabu (15/7/2026)," seperti dikutip dari riset Phintraco.

Dari sisi sentimen, pasar mencermati proyeksi terbaru dari S&P yang memperkirakan defisit APBN Indonesia mencapai 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026 dan 2027. Sementara itu, rasio utang pemerintah diperkirakan berada di level 40,6% dari PDB pada 2026 dan meningkat tipis menjadi 40,7% pada 2027.


S&P juga memperkirakan pemerintah akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp100 triliun dari rencana awal Rp300 triliun. Pengurangan tersebut diperkirakan berasal dari penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, serta penguatan pengawasan guna menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas 3%, terutama di tengah kembali menguatnya harga minyak mentah.

Selain itu, pelaku pasar juga merespons langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merevisi metodologi penyaringan saham High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan indikator price-impact ratio. Kriteria baru ini digunakan untuk menyaring saham yang mengalami perubahan harga signifikan namun tidak didukung aktivitas transaksi yang memadai.