Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi Pertalite Naik 9,4%, Pertamax Turun 18% Usai Harga Naik

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 July 2026 16:05

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mencatat terjadi perubahan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari jenis nonsubsidi menjadi bersubsidi, tecermin dari penyaluran Pertalite yang naik 9,4% dan Pertamax yang turun 18% pada Juli dibandingkan dengan periode Januari—Mei 2026.

Direktur Pemasaran PPN Eko Ricky Susanto menjelaskan rerata penyaluran Pertalite pada Juli 2026 naik 9,4% atau sekitar 7.129 kiloliter (kl) per hari dari rerata normal, sementara Pertamax series turun 18% atau sebesar 4.476 kl per hari dari rerata normal.

Eko juga mencatat proporsi penggunaan Pertalite mencapai 80,4% atau naik 4,9% pada Juli 2026 dari Januari—Mei 2026 sekitar 85.4%.


Sebaliknya, proporsi konsumsi Pertamax mencapai 18,4% atau turun 4,4% dari sebelumnya 23,2% pada periode yang sama.

“Kalau secara komposisi, perubahannya pada saat periode Januari—Mei kondisi untuk produk JBKP Pertalite secara komposisi sekitar 75% saat ini sudah bergeser ke 80%. Jadi hampir 5% komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser ke BBM PSO. Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU khususnya Pertamax series terjadi penurunan hampir 18% dari periode sebelumnya,” kata Eko dalam RDP di Komisi XII DPR, Kamis (16/7/2026).

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)