Logo Bloomberg Technoz

Saham DCII hingga BREN Menghalangi IHSG Naik Lebih Tinggi

Muhammad Julian Fadli
16 July 2026 13:58

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada siang hari ini, Kamis (16/7/2026), menutup perdagangan Sesi I dengan kenaikan 0,37% di posisi 6.064. Padahal, kenaikan Indeks bisa saja lebih tinggi, jika sejumlah saham dengan bobot besar turut naik.

Alih-alih menambah bobot IHSG, saham–saham tersebut justru menjadi pemberat atau laggard. Berikut 10 saham laggard terbesar terhadap IHSG sepanjang perdagangan Sesi I:

  1. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengurangi 15,1 poin
  2. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,23 poin
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengurangi 1,19 poin
  4. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 0,92 poin
  5. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengurangi 0,78 poin
  6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 0,58 poin
  7. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengurangi 0,45 poin
  8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 0,38 poin
  9. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mengurangi 0,34 poin
  10. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mengurangi 0,3 poin

Adapun bursa saham Asia turut tertahan lajunya sepanjang perdagangan hari ini, dengan manuver bervariasi (mixed). Hang Seng (Hong Kong), PSEI (Filipina), KLCI (Malaysia), SETI (Thailand), dan SENSEX (India) yang berhasil menguat di zona hijau.


Sementara itu, KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), Shenzhen Comp. (China), TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), Straits Times (Singapura), dan TW Weighted Index (Taiwan), terjebak di zona merah.

“Kekhawatiran mengenai valuasi AI masih membayangi sentimen pasar, membuat harga pasar emiten-emiten semikonduktor dan AI-related melemah,” papar Panin Sekuritas dalam catatannya siang ini.