Jeffrey mengatakan, BEI tetap membuka ruang diskusi dengan emiten yang masuk daftar HSC. Menurutnya, perusahaan diharapkan mengambil necessary action untuk memperbaiki distribusi kepemilikan saham di pasar sehingga tidak lagi memenuhi kriteria HSC.
"Kami membuka ruang untuk berdiskusi. Tentu diharapkan perusahaan tersebut bisa melakukan necessary action untuk mendistribusikan sahamnya lebih baik di pasar. Kalau sudah tidak terindikasi HSC, kami akan sampaikan closing statement ke investor," ujarnya.
Tak hanya berpotensi gagal masuk ke indeks-indeks utama BEI, status HSC juga dapat memengaruhi peluang BREN masuk ke indeks global.
Penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE Russell turut mempertimbangkan tingkat konsentrasi kepemilikan saham dan porsi saham yang benar-benar beredar di publik (investable free float) dalam metodologi penilaian mereka.
Dalam proses tersebut, kedua penyedia indeks juga menggunakan data yang dipublikasikan BEI, termasuk informasi mengenai saham-saham yang masuk daftar HSC.
Bloomberg Technoz telah menghubungi manajemen BREN untuk meminta tanggapan terkait status HSC, serta implikasinya terhadap peluang perseroan masuk ke berbagai indeks. Namun, perseroan belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
(cpa/naw)





























