Utang Luar Negeri: Pemerintah & BI Agresif, Swasta Menahan Diri
Redaksi
15 July 2026 16:36

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) pada Mei 2026 mencapai US$444,4 miliar, meningkat 2,1% dari posisi periode sama tahun lalu di US$435,33 miliar. Jika menggunakan kurs JISDOR Selasa (14/7/2026), utang itu setara dengan Rp8.043,2 triliun.
Kenaikan ini menggambarkan bahwa pembiayaan dari luar negeri masih jadi salah satu penyangga aktivitas ekonomi domestik. Namun, kenaikan ULN edisi Mei masih belum mencerminkan meningkatnya optimisme dunia usaha, sebab peran pemerintah masih terlihat lebih besar dalam menopang perekonomian, kala sektor swasta masih bersikap hati-hati.
Hal ini terlihat dari kontributor kenaikan ULN yang berasal dari pemerintah yang mencatatkan pertumbuhan 3,7%, menjadi US$217,3 miliar, sementara itu posisi ULN Bank Indonesia juga terkerek naik menjadi US$31,14 miliar.
Sebaliknya, ULN swasta masih mengalami kontraksi 0,1% menjadi US$195,9 miliar, meskipun penurunannya lebih kecil daripada kontraksi 0,5% pada April 2026. Dengan kata lain, pembiayaan luar negeri Indonesia masih berasal dari sektor publik, bukan dari aktivitas investasi sektor swasta.
Peningkatan ULN kali ini masih didorong oleh meningkatnya aliran dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal tersebut menunjukkan pemerintah masih mengandalkan pembiayaan melalui pasar obligasi global untuk mendukung kebutuhan APBN dan menjaga keberlanjutan program prioritas.






























