Ekonom Wanti-wanti Soal Kenaikan Utang Luar Negeri RI
Mis Fransiska Dewi
16 July 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah ekonom mewanti-wanti rasio utang luar negeri (ULN) yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB). Pasalnya peningkatan utang tersebut dihitung dalam dolar Amerika Serikat (AS).
Diketahui, rasio ULN Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 29,9% pada Mei dan didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 83,9% dari total ULN. Sementara pada April posisinya di 29,6% dan didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,5%.
“Rasio utang luar negeri terhadap PDB yang berada di sekitar 29,9% juga perlu dibaca dengan hati-hati karena dihitung dalam dolar AS. Saat rupiah melemah, nilai PDB dalam dolar ikut turun sehingga rasio bisa naik meski tidak ada tambahan utang,” kata ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet ketika dihubungi, Kamis (16/7/2026).
“Karena itu saya lebih melihat indikator kemampuan membayar, seperti debt service ratio dan rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa, karena utang pada akhirnya dibayar dari arus kas, bukan dari besarnya PDB,” tambahnya.
Dalam kaitan itu, Yusuf menyoroti hal yang menjadi persoalan bukan pada besarnya utang, melainkan kapasitas fiskal. Saat tax ratio masih rendah, beban bunga terus meningkat. Jika penerimaan negara tidak tumbuh lebih cepat, maka ruang fiskal akan semakin sempit.































