Per Akhir Mei, Utang Luar Negeri Indonesia Rp8.043,2 Triliun
Hidayat Setiaji
15 July 2026 10:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis data Utang Luar Negeri (ULN) per akhir Mei. Terjadi kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, meski secara umum masih terjaga.
Pada Rabu (15/7/2026), BI mengumukan ULN Indonesia per akhir Mei ada di US$ 444,4 miliar. Dengan asumsi kurs US$ 1 sama dengan Rp 18.099 sebagaimana Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) 14 Juli, maka ULN Indonesia setara Rp 8.043,2 triliun.
ULN Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan posisi April yang sebesar US$ 439,8 miliar. Pertumbuhan ULN pada Mei adalah 2,1% year-on-year (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan April yaitu 2% yoy.
"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah," sebut laporan BI.
Posisi ULN pemerintah pada Mei sebesar US$ 217,3 miliar, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7%. ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga, di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

































