Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat, Terbaik di Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
15 July 2026 15:29

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Rabu (15/7/2026) dengan penguatan paling tajam di antara mata uang Asia sebesar 0,14% ke posisi Rp18.067/US$. 

Penguatan terhadap rupiah ditopang oleh meredanya sentimen eksternal dengan terpangkasnya ekspektasi pelaku pasar terhadap langkah hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) dengan data inflasi AS yang melandai. Di samping, sentimen positif dari disematkannya label BBB yang termasuk layak investasi (investment grade) dengan prospek stabil dari S&P Global Ratings untuk pasar obligasi Indonesia. 

Sebagian mata uang Asia menguat. Selain rupiah, peso Filipina juga menguat bersama yuan China, yuan offshore, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia yang lebih terbatas.


Sebaliknya, baht Thailand mencatat pelemahan 0,24%, disusul won Korea Selatan, dolar Taiwan, rupee India dan dolar Hong Kong, juga yen Jepang yang lebih terbatas. 

Mata uang Asia pada perdagangan Rabu (15/7/2026). (Bloomberg)

Penguatan yang terjadi pada yuan disokong oleh bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) yang menaikkan referensi harian mata uang tersebut dengan kenaikan terbatas. Akan tetapi, ekonomi China tumbuh lebih lambat dari perkiraan dan mencatat laju pertumbuhan terlemah dalam lebih dari tiga tahun terakhir.