Logo Bloomberg Technoz

B50 hingga Subsidi Nelayan Dipastikan Tak Ganggu Peremajaan Sawit

Pramesti Regita Cindy
15 July 2026 14:10

Perkebunan sawit membentang luas di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Perkebunan sawit membentang luas di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan pendanaan program mandatori biodisel B50 serta dukungan harga solar khusus nelayan dan pengusaha di bidang perikanan tak akan mengganggu program prioritas lainnya, termasuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfiansyah menyebut pendanaan untuk PSR, sarana dan prasarana, riset, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi prioritas yang tidak akan dikurangi meski BPDP harus membiayai program baru.

"PSR, Sarpras [saran-prasarana], riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya. Itu pasti harus ada dananya," kata Alfiansyah di sela-sela acara Media Briefing Road to Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (15/7/2026). 


Sebagai catatan saja, dana PSR hingga akhir 2025 mencapai Rp12,87 triliun dengan total luas lahan menyentuh 408 ribu hektare. 

Lebih lanjut, ia juga memastikan bahwa kecukupan dana tersebut dapat dipenuhi tanpa harus menaikkan tarif pungutan ekspor (PE) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sepanjang tahun ini. "Insyallah cukup. Tahun ini cukup."