Pakar: Kurva Yield SUN Terbalik Lagi, Waspada Perlambatan Ekonomi
Redaksi
09 July 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kurva imbal hasil (yield) di pasar Surat Utang Negara (SUN) kembali memperlihatkan fenomena inverted yield alias kurva terbalik pada perdagangan Kamis (9/7/2026).
Head of Research Shinhan Sekuritas, Helmi Therik menyebut bahwa fenomena inverted yield curve menjadi leading indicator alias indikator yang mendahului resesi, meski saat ini fenomena resesi belum terlalu terlihat.
“Tapi dengan ekspektasi pasar atas arah kebijakan moneter di domestik yang menaikan suku bunga dan bersamaan dengan itu US treasury yield yang juga meningkat maka pasar mengantisipasi perlambatan ekonomi dalam beberapa kuartal kedepan,” kata Helmi kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/7/2026)
Menurut Helmi, potensi adanya perlambatan ekonomi dalam beberapa waktu ke depan menyebabkan yield long term bond berada dibawah short term yang menyebabkan inverted yield curve.
“Berkali-kali inverted menggambarkan ekspektasi pasar atas perlambatan ekonomi, apalagi ditengah melemahnya kapasitas fiskal sebagai shock absorber dalam menahan skenario perlambatan ekonomi tersebut,” kata Helmi.



























