Logo Bloomberg Technoz

Membedah Data Penjualan Ritel Terbaru & Arah Ekonomi Indonesia

Redaksi
09 July 2026 13:45

Pengunjung berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia terbaru mengindikasikan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai kehilangan tenaga. 

Melansir data Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat mengalami penurunan. Pada Mei, IPR turun 3,5 poin, menjadi 223,4 dibanding April yang sebesar 226,9.

BI juga memperkirakan IPR akan kembali turun jadi 221,6 pada Juni, sehingga dalam dua bulan indeks yang memotret daya beli masyarakat telah menyusut 5,3 poin atau sekitar 2,3% dari posisi April. 


Selain itu, tren penurunannya secara tahunan cukup mengkhawatirkan. Pada April kontraksi mencapai -3,7% secara tahunan, lalu kembali melemah menjadi 0,39% pada Mei, dan diperkirakan masih akan berlanjut pada Juni menjadi -4,4%. Hal ini menggambarkan bahwa konsumsi bukan cuma belum pulih, tapi juga laju pelemahannya malahan semakin dalam. 

Memang, secara bulanan penurunannya terlihat lebih ringan. Setelah terkontraksi -11,6% secara bulanan pada April, penjualan eceran hanya turun -1,5% pada Mei, dan akan kembali menyusut -0,8% pada Juni.