Logo Bloomberg Technoz

Maka dari itu, Helmi menyebut bahwa pemerintah perlu memperkuat kapasitas fiskal dalam mengantisipasi ekspektasi perlambatan ekonomi.

Menurutnya, otoritas fiskal juga perlu menciptakan ruang fiskal yang memadai untuk melakukan counter cyclical spending untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi.

Helmi juga mengingatkan supaya pemerintah juga meninjau program-program yang sekiranya boros sehingga ruang fiskal menjadi lebih lega.

“Di sisi moneter mungkin bila perlambatan berlanjut maka perlu pelonggaran atas kebijakan makroprudensial misal terkait loan to value dan counter cyclical capital buffer,” kata Helmi.

Melansir data Bloomberg pada 10:14 WIB, yield tenor 1 tahun naik 13 basis poin (bps) menjadi 7,4%, lebih tinggi daripada tenor lainnya.

Yield tenor 3 tahun hanya 7,22% lebih rendah sekitar 18 bps daripada tenor 1 tahun. Dalam kondisi normal, selisih tersebut seharusnya lebih tinggi tenor 3 tahun lantaran investor mendapat yield lebih tinggi untuk memegang SUN lebih lama. 

Pergerakan di pasar SUN kembali menunjukkan adanya inverted yield. (Bloomberg)

Bahkan dengan yield tenor 10 tahun yang naik tipis 0,4 bps di 7,29%. Di saat yang sama, yield tenor 10 tahun justru berada di level lebih rendah daripada hampir seluruh tenor 10-18 tahun.

Penurunan sekitar 9,1 bps dari tenor 15 tahun yang berada di level 7,31% menggambarkan adanya inverted yield.

Hal ini menggambarkan bahwa SUN berjangka pendek menawarkan yield lebih tinggi daripada SUN berjangka lebih panjang. Umumnya, investor menuntut kompensasi yang lebih besar untuk mengunci dana dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Kondisi ini mencerminkan bahwa pelaku pasar sepertinya mulai mengubah ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter dan prospek perekonomian ke depan. 

(ell)

No more pages