Logo Bloomberg Technoz

Ekspektasi The Fed Lebih Dovish Topang Pasar Obligasi RI

Redaksi
03 July 2026 11:48

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari ini (3/7/2026) menunjukkan konsolidasi dengan kecenderungan bervariasi dengan perubahan yield relatif tipis di hampir semua tenor. 

Melansir data Bloomberg pada 10.10 WIB, tenor pendek SUN 1 tahun mengalami kenaikan yield paling tajam sebesar 8,7 basis poin (bps) ke 7,29%. Kenaikan pada tenor pendek ini menggambarkan adanya ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Indonesia (BI) masih perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk menjaga stabilitas rupiah. 

Sementara itu, tenor 2 tahun turun tipis 1,1 bps ke 7,21%, sedangkan tenor 3 tahun naik 0,6 bps jadi 7,19%. Yield tenor 4 hingga 10 tahun bergerak sangat terbatas di kisaran -0,9 bps hingga +0,8 bps. Di sisi lain, yield tenor acuan 10 tahun naik tipis 0,1 bps ke level 7,16%. 

Pergerakan yield Surat Utang Negara (SUN) pada sesi Jumat (3/7/2026). (Bloomberg)

Stabilnya tenor menengah menunjukkan perilaku investor yang sepertinya masih memilih menahan posisi sambil menunggu arah kebijakan BI maupun perkembangan arus modal asing, terlebih setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) melemah dan menjadi sentimen munculnya ekspektasi sikap dovish dari bank sentral AS. 

Aksi beli juga turut mewarnai tenor panjang. Yield 11 tahun turun 3,8 bps menjadi 7,26%, sementara tenor 15 tahun dan 16 tahun masing-masing turun 1,6 bps dan 3,5 bps menjadi 7,2% dan 7,24%.