Yield SUN Bergerak Variatif, Tenor 10 Tahun Naik ke 7,16%
Redaksi
07 July 2026 12:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) mendapat angin segar dari ekspektasi langkah Federal Reserve yang lebih dovish. Pada sesi perdagangan Selasa (7/7/2026), aksi beli terlihat pada hampir semua tenor.
Melansir data Bloomberg, yield tenor 18 tahun dan 1 tahun turun paling tajam, masing-masing 11 bps dan 10,7 basis poin (bps) ke 7,29% dan 7,22%. Sementara itu, tenor 2 tahun turun 1,6 bps ke 7,18%, dan tenor 3 tahun turun 1,5 bps.
Penurunan yang terjadi pada tenor pendek mengindikasikan adanya permintaan investor seiring ekspektasi bahwa suku bunga domestik sudah mendekati puncaknya setelah siklus pengetatan Bank Indonesia (BI).
Di sisi lain, pergerakan tenor menengah cukup bervariasi. Kenaikan yield terjadi di tenor 5 tahun (+2,2 bps) ke 7,11% dan terutama tenor acuan 10 tahun (+3,5 bps) ke 7,16%. Menggambarkan investor masih meminta premi risiko lebih tinggi untuk SUN jangka menengah, meski tekanan tersebut relatif terbatas.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun berpotensi stabil di rentang 7,1% hingga 7,15%.






























