Menilik Manuver Investor Asing di Pasar Surat Utang RI
Redaksi
08 July 2026 13:54

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual melanda pasar Surat Utang Negara (SUN) dalam sesi perdagangan Rabu (8/7/2026), yang tercermin dari kenaikan imbal hasil (yield) pada hampir semua tenor, terutama tenor menengah hingga panjang.
Melansir data Bloomberg, kenaikan yield terbesar terjadi pada tenor 9 tahun naik 8,2 basis poin (bps) ke 7,26%. Disusul 4 tahun naik 7,3 basis poin (bps) ke 7,25%, lalu tenor 8 tahun naik 6,9 bps ke 7,25%, dan tenor 5 tahun naik 6,5 bps ke 7,19%.
Yield tenor acuan 10 tahun juga ikut naik 4,8 bps ke level 7,23%, menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat. Sebaliknya, hanya sedikit tenor yang mencatat penurunan yield, yakni tenor 1 tahun, 18 tahun, dan 40 tahun.
Sepertinya investor masih melakukan repricing terhadap aset pendapatan tetap Indonesia. Aksi jual melanda tenor yang paling likuid, sementara permintaan terhadap obligasi jangka pendek relatif lebih baik sebagai strategi defensif untuk mengrangi risiko durasi.
Aksi jual ini menggenapkan penurunan kepemilikan SUN oleh investor asing. Untuk diketahui, kepemilikan asing terhadap SUN hampir tidak mengalami peningkatan sejak 2019.
































