Logo Bloomberg Technoz

Asosiasi: Ritel Melambat Imbas Musim Konsumsi Berakhir

Pramesti Regita Cindy
09 July 2026 13:00

Pengunjung melihat produk elektronik di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat produk elektronik di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyebut pelambatan penjualan ritel pada Mei 2026 dipicu berakhirnya momentum konsumsi masyarakat setelah periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.

Hal ini sekaligus menjawab perihal laporan Bank Indonesia yang menyebut penjualan eceran atau ritel pada Mei 2026 mengalami kontraksi (tumbuh negatif) baik secara bulanan maupun eceran. Situasi serupa diperkirakan juga terjadi pada Juni.

"Iya betul, memang bulan Mei ini mengalami perlambatan dikarenakan memang setelah event daripada Nataru-Lebaran itu terjadi penurunan," kata Budihardjo kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/7/2026). 


Di sisi lain, ia menilai ketidakpastian global turut menekan daya beli masyarakat. Konflik geopolitik yang masih berlangsung membuat biaya impor meningkat akibat penguatan dolar AS sehingga harga sejumlah barang ikut naik.

Oleh karena itu, kata dia pelaku usaha berharap pemerintah terus memberikan stimulus untuk menjaga daya beli, baik melalui program promosi maupun bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang membutuhkan.