Meski begitu, ia mengatakan pelaku ritel berupaya memanfaatkan momentum libur sekolah dan musim kembali ke sekolah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor wisata.
"Kami berusaha di dalam liburan sekolah, back to school holiday ini kami untuk mendorong pasar pariwisata belanja dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi, Kementerian Perdagangan, dan Pariwisata," tegasnya.
Sebagai catatan, BI mengumumkan penjualan ritel yang dicerminkan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Mei sebesar 223,4. Turun 3,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan lebih dalam ketimbang kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 3,7% yoy.
"Sejumlah kelompok masih mencatatkan pertumbuhan dan menjadi penopang pada periode laporan, antara lain Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (indeks 150,1, tumbuh 11,2% yoy); Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (indeks 107,0, tumbuh 0,3% yoy), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (indeks 57,5, tumbuh 0,2% yoy).
Sementara itu, kelompok lainnya diprakirakan masih berada dalam fase kontraksi terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (indeks 317,9, terkontraksi 4,1% yoy), Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (indeks 68,7, terkontraksi 18,4% yoy), serta Subkelompok Sandang (indeks 79,1, terkontraksi 12% yoy", papar laporan BI.
Secara bulanan (month-to-month/mtm), kinerja penjualan eceran pada Mei turun sebesar -1,5%. Meski turun, tetapi jauh membaik ketimbang bulan sebelumnya yang terkontraksi 11,6% mtm.
"Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masing-masing tumbuh 1% mtm dan 1,3% mtm, setelah pada April masing-masing tercatat sebesar -9,4% mtm dan 0,2% mtm."
"Selain itu, kelompok lainnya juga menunjukkan perbaikan yang tecermin dari kontraksi yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-1,3% mtm), Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (-4,2%,mtm), dan Subkelompok Sandang (-11%, mtm). Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak," jelas laporan BI.
(ain)

































