Logo Bloomberg Technoz

Tren Kenaikan Suku Bunga, Peritel Was-was Biaya Investasi Naik

Sultan Ibnu Affan
21 June 2026 11:00

Pengunjung melihat produk elektronik di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat produk elektronik di salah satu gerai ritel modern Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) turut menanggapi tren kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate belakangan ini yang telah menyentuh level 5,75% per Juni kemarin.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengakui kenaikan suku bunga tersebut akan membuat biaya investasi lebih tinggi lantaran biaya bunga kredit naik.

Tetapi, kata dia, kenaikan bunga pinjaman tersebut juga biasanya diiringi dengan kenaikan bunga simpanan masyarakat, yang diharapkan mampu mendorong konsumi lebih kuat.


"Memang ada beberapa investasi yang dibiayai oleh perbankan atau investasi yang kami parkirkan, ada kenaikan suku bunga," ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/6/2026).

"Namun, dampak positifnya saya rasa lebih besar untuk bisa segera membuat daya beli meningkat. Kalangan menengah ke atas bisa menggunakan tabungannya untuk berbelanja kembali di Indonesia untuk menggunakan sektor ritel offline," sambungnya menegaskan.