Logo Bloomberg Technoz

"Dengan bahan-bahan yang berat itu kenaikannya juga makin besar, makin terasa. Semen yang produk kebutuhannya begitu banyak dan cuman satu sack-nya harganya paling Rp75.000-Rp80.000 itu beratnya 50 Kg, ongkos transportnya langsung bisa naik 15%-20%, nah itu yang langsung terdampak ya terhadap building materialnya," jelasnya. 

Pada saat yang sama, ia juga menekankan bahwa pengembang turut menghadapi kenaikan biaya pendanaan sebab sebagian proyek dibiayai melalui pinjaman perbankan. Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya daya beli masyarakat.

Oleh karenanya untuk menjaga penjualan, pengembang memilih menawarkan berbagai insentif kepada konsumen, mulai dari subsidi bunga kredit pemilikan rumah (KPR), uang muka rendah hingga fasilitas tambahan seperti interior gratis. 

Pelaku usaha juga masih mengandalkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk menjaga minat pembelian rumah. Meski demikian, strategi tersebut membuat margin keuntungan perusahaan tertekan.

"Walaupun secara operasional komponen pembangunannya justru naik sebenarnya, jadi yang terjadi sebenatnya adalah penurunan profitabilitinya, tapi ya mau gak mau, yang penting kita bisa menjaga case flow biar perusahaan bisa bertahan dan operasional tetap berjalan," tegas Bambang. 

(ain)

No more pages