Importir Putar Otak, Pelemahan Rupiah Ancam Pengurangan Produksi
Pramesti Regita Cindy
08 July 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) menilai pelemahan nilai tukar rupiah kian membebani importir.
Hal ini kian membuat dilema pelaku usaha importir sebab pelemahan rupiah ini juga turut dibayang-bayangi dengan masih lesunya daya konsumsi masyarakat. Di satu sisi biaya impor terus naik, sementara di sisi lain kenaikan harga jual berisiko membuat barang tidak terserap pasar.
"Pelemahan Rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar masih terus berlanjut hal ini membuat para pelaku usaha terutama importir merasa cemas karena modal belanja barang kebutuhan Industri dan juga barang konsumsi masyarakat semakin besar alias mahal," kata Ketua Umum Ginsi Subandi kepada Bloomberg Technoz, Rabu (8/7/2026).
Sehingga untuk bertahan di tengah kondisi ini, Subandi menuturkan pelaku usaha menyiapkan beberapa langkah penyesuaian.
Langkah pertama adalah menaikkan harga jual produk. Namun strategi ini dinilai tidak mudah karena daya beli masyarakat sedang menurun sehingga berpotensi membuat penjualan melambat dan stok barang menumpuk di gudang.

































