Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibayangi Eskalasi AS-Iran dan Peringatan S&P DJI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
09 July 2026 08:20

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi AS-Iran.

Indeks komposit juga dibayangi pengumuman S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang belakangn membuka opsi untuk menggeser klasifikasi pasar Indonesia ke special measures atau frontier market. 

Sejumlah sekuritas memperkirakan IHSG bakal kembali melanjutkan koreksi lantaran deretan sentimen negatif yang membayangi pasar keuangan global dan domestik. Phintraco Sekuritas menyematkan level support di kisaran 5.800-5.745.


Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di 6.000 dengan pivot di 5.900.

"IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5.745," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (9/7/2026).