Logo Bloomberg Technoz

BEI Bakal Temui S&P DJI Usai Dapat 'Ancaman' Frontier Market

Cahya Puteri Abdi Rabbi
08 July 2026 18:25

Pegawai beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pegawai beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana bertemu dan berdiskusi dengan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI), setelah lembaga penyedia indeks global tersebut memberi sinyal Indonesia berpotensi diturunkan dari emerging market menjadi frontier market. 

Adapun, S&P DJI masih memberikan waktu hingga akhir tahun bagi otoritas pasar modal untuk menunjukkan perkembangan reformasi sebelum mengambil keputusan final.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi S&P untuk menjadwalkan pertemuan dan kini masih menunggu respons.


"Atas pengumuman S&P kita sudah minta waktu untuk diskusi dengan S&P. Sejauh ini kita sudah kontak cuma kita masih menunggu jawaban dari S&P," kata Irvan di Gedung BEI Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Irvan menjelaskan, dalam pertemuan tersebut BEI akan menyampaikan berbagai reformasi yang telah dijalankan, mulai dari keterbukaan data jenis investor, pengungkapan pemegang saham di atas 1%, penerapan aturan free float minimum 15% dengan masa transisi tiga tahun, hingga kebijakan High Shareholding Concentration (HSC).