Tercatat hanya ada penguatan 191 saham, dan sebanyak–banyaknya 482 saham terjadi pelemahan. Sisanya 116 saham stagnan.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini, utamanya pelemahan pada saham AMMN, saham BREN, hingga saham MDKA. Adapun saham barang baku, saham properti, dan saham konsumen non primer melemah paling dalam, dengan masing–masing minus 4,35%, 2,68%, dan 2,49%.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG di jajaran top losers:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 11,11 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 10,29 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 8,91 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 8,22 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 6,62 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 5,09 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 4,67 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengurangi 4,06 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 2,98 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 2,77 poin
Sentimen rilisnya data Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia (IKK) yang turun ke level 117,8 pada Juni 2026, melambat dibanding pencapaian pada bulan Mei yang mencapai sebesar 120,9, turut melengkapi sebab pelemahan IHSG pada hari ini.
IKK pada Juni 2026 ini juga menjadi yang terendah sejak September tahun 2025 atau dalam sembilan bulan aktivitas, hingga menandai penurunan selama dua bulan berturut-turut.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut, pelemahan IKK tersebut utamanya dipengaruhi oleh turunnya persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja, tingkat penghasilan, dan prospek kegiatan usaha ke depan.
“Penurunan IKK mengindikasikan daya beli dan optimisme masyarakat mulai melambat, sehingga perkembangan konsumsi rumah tangga akan menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati pada paruh kedua 2026,” terang BRI Danareksa dalam catatan terbarunya, Rabu.
Analisis Teknikal
Dari arah teknikal, RHB Sekuritas menganalisis, IHSG ditutup melemah 1,89% di posisi 5.873 dengan gagal menembus area Fibonacci dan kembali ditutup di bawah level tersebut.
“Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan sehingga momentum penguatan belum terkonfirmasi,” jelas RHB Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG saat ini mencoba bertahan di atas area support terdekat. Selama support tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka. Namun, jika support kembali ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Dengan perkembangan tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan untuk menguji area support di rentang 5.800 sampai dengan terlemahnya 5.745 pada perdagangan Kamis (9/7/2026) esok hari.
Lebih dalam, menyitir Panin Sekuritas, IHSG ditutup di zona merah setelah menghadapi uji resistance MA–20 di level 5.954 yang akhirnya gagal, dan ditutup di bawah MA–5 di level 5.873,
Dengan itu, IHSG berkemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support selanjutnya yaitu titik previous low 5.607 sampai dengan trendline jangka panjang di sekitar 5.500, analisis Panin.
(fad)






























