Logo Bloomberg Technoz

China Rutin Tes Rudal Nuklir, Kawasan Pasifik Mulai Waswas

News
08 July 2026 15:10

Bendera China. (Dok: Bloomberg)
Bendera China. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg News 

Bloomberg, China pekan ini menguji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (submarine-launched ballistic missile/SLBM). Langkah ini dinilai dapat menjadi awal dari peluncuran rudal secara lebih rutin ke Samudra Pasifik, seiring pengembangan kemampuan persenjataan nuklirnya. Langkah tersebut memicu kekhawatiran sejumlah negara yang selama ini telah mencermati peningkatan kekuatan militer Beijing.

Presiden Xi Jinping memimpin apa yang oleh para analis disebut sebagai ekspansi persenjataan nuklir tercepat di dunia, dengan mengandalkan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) untuk meningkatkan kemampuan menyerang sasaran yang berada sangat jauh. Meski China diketahui melakukan lebih sedikit uji coba ICBM dibandingkan negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya, para analis memperkirakan frekuensi pengujian akan meningkat seiring Xi memperluas kekuatan Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Rocket Force) sekaligus memberantas praktik korupsi di tubuh satuan tersebut.


Peluncuran pada Senin (5/7) merupakan uji terbang rudal balistik jarak jauh ke Samudra Pasifik yang ketiga kalinya diketahui publik sejak Republik Rakyat China berdiri pada 1949. PLA pertama kali melakukan uji coba semacam itu pada 1980 dan baru mengulanginya pada 2024, ketika sebuah ICBM jatuh di dekat Tahiti. Sebagai perbandingan, Korea Utara telah melakukan sembilan uji terbang ICBM yang berhasil sejak 2017, menunjukkan betapa jarangnya Beijing mendemonstrasikan rudal jarak jauhnya di atas Samudra Pasifik.

"Inti dari perkembangan ini adalah bahwa modernisasi militer dan nuklir China terus berlangsung dengan cepat," kata Direktur Program Strategi Pertahanan di Australian Strategic Policy Institute, Mike Hughes. "Seharusnya sudah tidak ada lagi keraguan mengenai ambisi China untuk mendominasi kawasan."