Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Sukses Finis di Bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 July 2026 15:49

Foto oleh: Dimas Ardian/Bloomberg
Foto oleh: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup sesi perdagangan Rabu (8/7/2026) dengan pelemahan terbatas 0,09% di posisi Rp17.999/US$, setelah sempat menyentuh Rp18.002/US$ pada sesi perdagangan siang tadi. 

Pelemahan rupiah dipicu oleh pasar saham yang berada di bawah tekanan setelah S&P Dow Jones Indices memperingkatkan berpotensi menurunkan kasta bursa saham Tanah Air menjadi frontier market pada 2027. 

Peringatan dari S&P DJI menambah daftar panjang peringatan yang diterima oleh pasar keuangan Ibu Pertiwi sejak awal semester pertama tahun ini, di tengah prospek pertumbuhan ekonomi yang terbebani oleh defisit transaksi berjalan dan neraca dagang, serta defisit fiskal. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir. (Bloomberg)

Di sisi lain, pasar Surat Utang Negara (SUN) juga ikut terdampak dan mengalami aksi jual yang ditandai dengan kenaikan imbal hasil (yield) di hampir semua tenor. Tenor acuan seperti 5 dan 10 tahun mengalami kenaikan yield masing-masing 6,5 basis poin (bps) ke 7,19%, dan 4,8 bps ke level 7,23%. 

Aksi jual terjadi di pasar surat utang negara (SUN). (Bloomberg)

UBS dalam catatannya menilai valuasi obligasi Indonesia sebenarnya belum dapat dikatakan mahal. Imbal hasil riil saat ini berada di sekitar persentil ke-25 dibandingkan sejarah 15 tahun terakhir.