Sejumlah saham yang melemah tajam dan menjadi top losers antara lain saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang jatuh 14,98%, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) melemah 14,29%, dan PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) turun 14,29%.
Bursa saham Asia kompak menapaki jalur merah. Pada penutupan perdagangan hari ini, KOSDAQ (Korea Selatan), KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Jepang), SENSEX (India), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), CSI 300 (China), dan Shanghai Composite (China) melemah masing–masing 5,56%, 5,35%, 2,11%, 2,05%, 1,97%, 1,74%, 1.37%, 0,77%, dan 0,49%.
Terbenamnya IHSG dan bursa saham Asia tersulut lonjakan harga minyak setelah Trump kembali memicu kekhawatiran geopolitik dengan menyatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Pernyataan Trump tersebut “menandai keretakan paling serius sejauh ini terhadap kesepakatan yang memang telah mulai melemah dalam beberapa pekan,” papar Violeta Todorova, Senior Research Analyst di Leverage Shares, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
“Pasar sebelumnya menganggap nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang disepakati pada Juni lalu sebagai dasar yang kuat bagi deeskalasi konflik. Namun, optimisme tersebut saat ini amat sangat tampak rapuh,” tambahnya.
Pasar saham global mendapati katalis negatif setelah memanasnya kembali konflik di Timur Tengah hingga berpotensi memicu gelombang baru gangguan terhadap pasar energi.
Terlebih lagi, kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga, juga terus meningkat.
Harga minyak mentah brent sebagai patokan global melejit 9% mencapai US$79 per barel merespons pernyataan terbaru Trump. Sementara itu, dolar AS—yang menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah— juga menanjak mencapai 101,133, berdasarkan data Bloomberg per 17:00 WIB.
(fad/aji)




























