Logo Bloomberg Technoz

Pengecualian tersebut, bersamaan dengan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, telah memicu lonjakan pemuatan minyak mentah Iran.

Minyak tersebut kini akan sangat sulit dijual, sehingga Republik Islam kehilangan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan dan juga menghilangkan insentif utama yang dimaksudkan untuk membuat Teheran mematuhi kesepakatan yang menuntut pembukaan kembali selat tersebut.

United Against Nuclear Iran (UANI), organisasi nirlaba, menyatakan telah melacak setidaknya 19 pemuatan minyak dan petrokimia Iran sejak perjanjian sementara ditandatangani. UANI juga telah mengidentifikasi setidaknya 46 kapal tanker yang mengangkut minyak atau bahan bakar Iran di sepanjang garis pantai negara tersebut.

Bahkan sebelum pengecualian itu dicabut, Teheran sudah kesulitan menjual minyaknya. Hal itu sebagian disebabkan oleh membanjirnya pasokan minyak mentah non-Iran yang keluar dari Teluk Persia, berarti harga minyak mentah tersebut tidak lagi lebih murah dibandingkan alternatif lain, dan juga karena pembeli waspada terhadap berbagai risiko yang masih melekat dalam perdagangan tersebut.

Baik perusahaan minyak milik negara Iran, National Iranian Oil Co, maupun perantara yang menjajakan minyak mentah negara tersebut telah berupaya keras menjual pasokan tersebut dalam beberapa hari terakhir, kata para pedagang yang memiliki pengetahuan langsung tentang hal ini.

Mereka mengatakan kilang-kilang di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan semuanya telah menerima tawaran. Sementara itu, pengolah minyak di India bersiap untuk membeli minyak tersebut, tetapi hanya jika AS memperpanjang pengecualian tersebut hingga setelah Agustus.

Tidak ada catatan pembelian minyak mentah Iran oleh kilang-kilang Asia di luar China sejak pengecualian tersebut dikeluarkan, kata para pedagang, meski beberapa penjualan mungkin dirahasiakan karena sifatnya yang sensitif.

Perdagangan ini menghadapi sejumlah hambatan. Pembatasan dari Uni Eropa dan Inggris tetap berlaku, mempersulit urusan asuransi, dan beberapa pelabuhan mungkin tidak bersedia mengizinkan kapal-kapal “armada gelap” Iran untuk berlabuh. Pembeli juga waspada terhadap perubahan mendadak dalam kebijakan AS.

Salah satu dari sedikit pasar yang tersisa untuk minyak tersebut adalah kilang independen China, yang dikenal sebagai “teapots”, yang merupakan pelanggan utama Iran sebelum perang di Timur Tengah. Namun, kemungkinan besar Teheran perlu menawarkan diskon besar-besaran untuk menarik minat mereka, mengingat mereka telah memborong minyak mentah Arab Saudi dan Irak awal bulan ini.

(bbn)

No more pages