RI Miliki Magnet Investasi Pusat Data, Lokasi Favorit Jabar-Batam
Merinda Faradianti
10 June 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Country Head STT GDC Indonesia Hendrikus Hendra Gozali mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar paling menarik bagi industri pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, faktor kecepatan perizinan dan besarnya potensi pasar domestik menjadi alasan utama perusahaan terus memperluas investasinya.
“Kalau saya bilang, Indonesia itu seksi dan cepat [proses perizinannya]. Di banyak negara lain proses perizinan untuk membangun fasilitas seperti ini bisa sangat panjang. Tetapi di Indonesia sangat cepat, dan itu diakui oleh STT GDC,” kata Hendrikus, Selasa (10/6/2026).
Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki keunggulan berupa jumlah penduduk yang mencapai sekitar 280 juta jiwa dengan dominasi usia produktif yang sangat akrab dengan teknologi digital, cloud computing, hingga kecerdasan buatan (AI).
Hal ini membuat mayoritas penduduk Indonesia berusia di bawah 40 tahun dan sangat adaptif terhadap teknologi. "Karena itu kami percaya Indonesia akan terus menjadi pasar [pusat data] yang sangat penting,” sebutnya
Sementara itu, Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan menyebut, Provinsi Jawa Barat dan Batam menjadi daerah yang paling siap menampung investasi baru, termasuk investasi pusat data.
“Jawa Barat dan Batam menjadi lokasi yang siap menampung kebutuhan para investor,” ucap Saribua. “Salah satu faktor terbesar agar investor mudah datang ke Indonesia itu pertama masalah perizinan dan lahan. Kalau dua persoalan ini bisa di-handle dan clear and clean, maka akan jauh lebih mudah bagi investor.”
Menurut dia, pemerintah secara aktif mengarahkan investor untuk masuk ke kawasan industri agar tidak menghadapi kendala terkait pembebasan maupun status kepemilikan lahan.
“Untuk perusahaan-perusahaan seperti ini, kita arahkan ke kawasan industri supaya tidak terganggu persoalan lahan. Sudah kita garansi bahwa lahannya clear and clean. Kepastian seperti ini yang dibutuhkan investor,” ujarnya.
Selain itu, Saribua menegaskan sistem perizinan yang kini sudah berbasis digital turut mempercepat proses investasi. Menurut dia, investor dapat memantau seluruh tahapan perizinan secara transparan dan memperoleh kepastian waktu penyelesaian.
“Sekarang izin tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi secara online. Online bukan hanya membuat proses lebih cepat, tetapi juga memberikan kepastian karena semua syarat dan tahapan bisa dilacak,” pungkasnya.





























