Logo Bloomberg Technoz

“Realisasi penyaluran volume BBM meningkat sebesar 7,8% volume LPG 3 kg meningkat sebesar 2% pelanggan listrik bersubsidi meningkat sebesar 2,1% volume pupuk meningkat sebesar 21,4% dan debitur KUR meningkat sebesar 3,6%,” kata Purbaya.

Tambah Rp132 Triliun ke Subsidi dan Kompensasi

Hingga akhir tahun pemerintah menargetkan jumlah belanja negara yang mencapai Rp3.942,4 triliun atau mencapai 102,6% dibandingkan pagu APBN yang ditetapkan di tahun 2025. Angka tersebut tumbuh 14,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Rinciannya sebesar 1.630 triliun ditujukan untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), kemudian belanja non K/L sebesar Rp1.615 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp696,9 triliun.

“Outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah, subsidi dan kompensasi,” kata Purbaya.

Purbaya menyebut bahwa outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat serta, untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah penanggulangan bencana dan tambahan otonomi khusus.

Sementara itu, outlook pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun atau mencapai 101,7% dibanding target APBN dan tumbuh sebesar 16% year on year.

Sehingga, bendahara negara memperkirakan bahwa defisit APBN di tahun 2026 mencapai Rp734,3 triliun dengan presentasi sebesar 2,85% hadap PDB.

(ell)

No more pages