Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Tambah Belanja Energi 2026 Rp132 T, Defisit Bisa Melebar

Mis Fransiska Dewi
08 July 2026 15:20

Purbaya: Defisit neraca perdagangan RI segera turun seiring konflik Timteng reda (Diolah)
Purbaya: Defisit neraca perdagangan RI segera turun seiring konflik Timteng reda (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan tambahan belanja sebesar Rp132 triliun hingga akhir tahun. Anggaran ini akan digunakan untuk kewajiban pembayaran subsidi dan kompensasi pemerintah yang membengkak imbas harga minyak dunia melambung.

Dalam paparannya, Purbaya merevisi postur APBN 2026 lantaran target belanja naik 2,6% sehingga mencapai Rp 3.942,4 triliun atau 102,6% hingga akhir tahun. Target pendapatan negara juga bertambah menjadi Rp3.208,1 triliun atau naik 1,7% dari target APBN 2026. 

Walhasil, dia memperkirakan defisit hingga akhir 2026 dapat melebar ke Rp734,3 triliun atau 2,85% dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target defisit dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% PDB, sekalipun masih berada di bawah batas maksimal 3% sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.


Outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah, subsidi, dan kompensasi,” kata Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).

Purbaya meyakini defisit masih bisa ditekan lebih rendah ketika harga minyak dunia telah melandai.