Logo Bloomberg Technoz

Terungkap Cara China Membuat "Matahari Buatan"

Referensi
08 July 2026 15:11

Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)
Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Matahari telah menghasilkan energi selama miliaran tahun melalui proses fusi nuklir tanpa pernah kehabisan bahan bakar. Selama beberapa dekade, para ilmuwan di seluruh dunia berusaha meniru mekanisme tersebut di Bumi sebagai sumber energi bersih masa depan.

Baru-baru ini, China mencatat kemajuan penting melalui reaktor fusi nuklir Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) atau yang kerap dijuluki sebagai "matahari buatan". Reaktor ini berhasil melampaui salah satu hambatan terbesar dalam pengembangan teknologi fusi nuklir, yakni batas Greenwald, yang selama puluhan tahun dianggap hampir mustahil dilewati.

Pencapaian tersebut dinilai menjadi langkah penting menuju pengembangan pembangkit listrik fusi yang lebih efisien di masa depan.

Bagaimana Matahari Menghasilkan Energi?


Energi Matahari berasal dari proses yang disebut fusi nuklir.

Di inti Matahari, suhu mencapai sekitar 15 juta derajat Celsius dengan tekanan yang sangat tinggi. Dalam kondisi ekstrem tersebut, inti-inti atom hidrogen terus bertabrakan hingga akhirnya menyatu membentuk atom helium.