Menghitung Beban DMO Batu Bara: Rugikan Penambang, Tekan Kas PLN
Azura Yumna Ramadani Purnama
22 June 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menilai kebijakan domestic market obligation (DMO) sama-sama memberikan kerugian bagi penambang batu bara dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, sebab masing-masin memikul beban demi harga listrik bersubsidi stabil.
Kepala Dekarbonisasi Industri dan Transportasi INDEF GTI Andry Satrio Nugroho menyatakan harga batu bara untuk program wajib pasok domestik alias domestic price obligation (DPO) sebesar US$70/ton untuk sektor ketenagalistrikan yang dikunci sejak 2018 menyebabkan penambang kehilangan pendapatan.
Terlebih, DPO batu bara relatif lebih rendah alih-alih harga ekspor.
Dia mencatat harga DMO sebesar US$70/ton berlaku untuk batu bara kalori 6.322 kcal per kilogram, sehingga jika dikonversi ke kalori menengah yang dipakai PLN, harga efektifnya berada di kisaran US$35—US$38 per ton.
“Penguncian ini mempertahankan peran batu bara dalam bauran listrik dengan menjamin pasar domestik serta menahan biaya pokok penyediaan listrik tetap rendah. Beban kebijakan ini ditanggung produsen dalam bentuk pendapatan yang hilang relatif terhadap harga ekspor. BPP [biaya pokok produksi] ditahan supaya harga listrik subsidi tidak naik,” kata Andry dalam catatan yang dilansir, Senin (22/6/2026).



























