Logo Bloomberg Technoz

“Apabila berbagai persoalan tersebut masih belum terselesaikan dalam waktu satu tahun kalender sejak special measures mulai diberlakukan, maka klasifikasi pasar Indonesia akan dievaluasi kembali dalam tinjauan tahunan berikutnya,” dikutip dari keterangan yang sama.

Indonesia masuk ke dalam daftar pantauan atau watchlist S&P DJI bersama dengan Turki dan Nigeria. Kedua negara yang disebut terakhir juga berpotensi untuk dipindahkan ke klasifikasi special measures atau frontier. Klasifikasi pasar Turki saat ini emerging sementara Nigeria di pasar standalone.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot usai perhatian pengelola indeks global. (Bloomberg)

Adapun, otoritas bursa mulai benah-benah transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar sejak awal tahun ini.

Beberapa agenda yang didorong di antaranya peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi untuk mendukung perlindungan investor.

Dibekukan MSCI

Sikap S&P Dow Jones Indices keluar setelah MSCI Inc membekukan saham Indonesia dalam review indeks Agustus 2026.

MSCI membekukan seluruh peningkatan foreign inclusion factors (FIF) dan number of shares (NOS) dalam MSCI Global Investable Market Indexes yang menjadi bagian dari tinjauan indeks Agustus 2026.

Mengutip pengumuman resminya pada 6 Juli 2026 waktu setempat, MSCI turut membekukan penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, penyedia indeks global itu tidak akan menerapkan kenaikan klasifikasi antarindeks berdasarkan segmen ukuran, termasuk perpindahan dari small cap ke standard.

“MSCI akan tetap menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka High Shareholding Concentration,” dikutip dari pengumuman terbaru MSCI, Selasa (7/7/2026).

Adapun, MSCI akan mengadopsi data pengungkapan saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float dalam tinjauan terbaru ini.

Di sisi lain, MSCI menambahkan informasi lebih lanjut mengenai tinjauan pasar Indonesia akan disajikan sebelum review indeks November 2026. Sebelumnya, MSCI Inc tetap mempertahankan status bursa saham Indonesia di emerging markets.

Kendati demikian, MSCI menilai kualitas informasi dan transparansi pasar Indonesia memburuk.

“Pengumuman MSCI ini menjadi momentum untuk terus melanjutkan, memperkuat, dan mengakselerasi agenda-agenda reformasi pasar modal yang telah kita canangkan sejak awal tahun ini," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam keterangannya pada Rabu (24/6/2026).

Hasan menilai laporan MSCI tidak hanya mengonfirmasi posisi Indonesia di kelompok emerging market, tetapi juga mencatat berbagai langkah reformasi yang telah dijalankan regulator dan pelaku pasar.

Menurutnya, penggunaan data yang lebih transparan dalam proses penilaian MSCI menunjukkan sejumlah upaya pembenahan mulai mendapat perhatian dari investor global.

(naw)

No more pages