"Meskipun kami tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan AI dan terus melihat peluang menarik pada sektor semikonduktor serta perangkat keras (hardware), kami juga mengingatkan bahwa fase penguatan pasar saham berikutnya kemungkinan besar akan ditandai oleh pergeseran kepemimpinan sektor pasar yang lebih luas," ujar Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office. "Oleh karena itu, investor harus memastikan portofolio mereka terdiversifikasi dengan baik."
Pergerakan naik-turun yang tajam kini menjadi ciri khas Nasdaq 100. Indeks tersebut telah mencatat tujuh sesi perdagangan berturut-turut dengan pergerakan lebih dari 1%, baik naik maupun turun. Ini merupakan periode terpanjang sejak Agustus 2024.
Tekanan terhadap saham teknologi juga muncul ketika SpaceX resmi masuk ke dalam Nasdaq 100 pada Selasa. Langkah tersebut diperkirakan akan mendorong penyesuaian portofolio oleh dana investasi pasif maupun aktif. Perusahaan antariksa dan satelit itu juga mendapat serangkaian rekomendasi positif dari para analis setelah berakhirnya masa quiet period pasca penawaran saham perdana (IPO).
Meski musim laporan keuangan baru akan dimulai pekan depan dengan laporan dari bank-bank besar, perhatian investor diperkirakan akan tetap tertuju pada prospek sektor teknologi sepanjang musim tersebut.
Menurut analis senior Ed Yardeni, risiko terbesar adalah perusahaan-perusahaan teknologi, terutama kelompok hyperscaler, gagal melampaui ekspektasi analis yang dinilai terlalu optimistis untuk kinerja kuartal ini.
"Hal itu dapat memicu koreksi pada saham-saham teknologi," ujarnya.
"Namun, pasar saham secara keseluruhan mungkin dapat menghindari koreksi apabila investor mulai mengalihkan dana ke sektor-sektor yang selama ini tertinggal dan ternyata mampu membukukan laba di atas ekspektasi. Kami termasuk pihak yang meyakini rotasi sektor akan menjadi tema utama pergerakan pasar saham ke depan."
(bbn)




























