
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Sesi I siang hari ini, Selasa (7/7/2026), di zona hijau dengan kenaikan 0,46% di posisi 5.943.
IHSG cenderung fluktuatif, dengan sempat berada di zona merah sesaat namun berhasil berbalik arah hingga solid di zona hijau dengan rentang perdagangan terjadi pada area level 5.890 sampai dengan tertingginya 5.954.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan ‘hanya’ Rp5,04 triliun dari sejumlah 12,67 miliar saham yang ditransaksikan. Tercatat ada penguatan 366 saham dan sebanyak 235 saham terjadi pelemahan. Sedang 179 saham stagnan.
Saham–saham properti dan saham konsumen non primer menjadi penopang penguatan IHSG dengan kenaikan 2,64% dan 1,44% masing–masing, disusul oleh menguatnya saham kesehatan sebesar 1,01%. Seiringan dengan saham perindustrian yang mengalami penguatan 0,72%.
Selain itu, turut menjadi perhatian investor, pendorong kenaikan IHSG juga datang dari 2 emiten pendatang baru, saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang melesat hingga 25% yang mengecap batas Auto Reject Atas (ARA), dan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang melesat mencapai 24,8%.




























