Logo Bloomberg Technoz

Topan Maysak Hantam China: 2 Tewas, 48 Ribu Warga Mengungsi

News
07 July 2026 08:30

Ilustrasi Topan Maysak. (Lam Yik/Bloomberg)
Ilustrasi Topan Maysak. (Lam Yik/Bloomberg)

Foster Wong - Bloomberg News

Bloomberg, Bencana banjir yang dipicu oleh terjangan Topan Maysak telah menewaskan setidaknya dua orang di wilayah selatan China dan memaksa ribuan warga lainnya untuk dievakuasi. Berdasarkan laporan media pemerintah setempat, curah hujan tinggi diprediksi masih akan terus mengguyur wilayah tersebut hingga pertengahan pekan ini.

Stasiun televisi pemerintah, China Central Television (CCTV), pada hari Senin (6/7/2026) melaporkan dengan mengutip keterangan pejabat setempat bahwa hujan dengan intensitas tinggi telah mengguyur Nanning—ibu kota Provinsi Guangxi di bagian selatan China—sejak 4 Juli lalu. Kondisi ini menyebabkan sejumlah waduk meluap hingga mengalami kerusakan parah. Laporan terpisah dari Kantor Berita Xinhua menyebutkan bahwa Waduk Liulan, sebuah fasilitas pemeliharaan air berskala sedang di wilayah tersebut, dilaporkan mengalami jebol tanggul pada Senin pagi. Insiden ini langsung memaksa otoritas kota untuk menaikkan status tanggap darurat pengendalian banjir ke tingkat tertinggi.


Menurut laporan CCTV, cuaca ekstrem ini telah memicu setidaknya dua korban jiwa di Guangxi dan memaksa sekitar 48.000 warga di provinsi tersebut untuk mengungsi dari rumah mereka. Hingga saat ini, upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan bencana masih terus berlangsung di lapangan.

Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur sebagian wilayah selatan, tengah, dan timur China hingga hari Rabu mendatang. Laporan tersebut menambahkan bahwa curah hujan dengan intensitas yang sangat ekstrem diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah timur Guangxi.