Apindo: Kontraksi PMI Jadi Sinyal Pelemahan yang Perlu Diwaspadai
Pramesti Regita Cindy
02 July 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026 menjadi sinyal pelemahan yang perlu diwaspadai.
Menurut Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani, kontraksi ini mengonfirmasi bahwasanya industri manufaktur masih berada di bawah tekanan. Terlebih setelah PMI berada di level 49,1 pada April, sempat membaik ke level 50 pada Mei, namun kembali turun menjadi 46,9 pada Juni.
"Setelah pada Mei PMI sempat berada di level 50,0 atau tepat di ambang batas antara ekspansi dan kontraksi, penurunan cukup tajam pada Juni [terendah dalam satu tahun terakhir] menunjukkan bahwa proses stabilisasi yang sebelumnya mulai terlihat belum berlanjut menjadi pemulihan yang kuat," kata Shinta dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Kamis (2/7/2026).
"Maka kontraksi pada Juni menunjukkan tekanan yang kembali menebal, baik dari sisi permintaan, produksi, biaya, maupun keputusan operasional perusahaan," sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan setidaknya terdapat sejumlah faktor yang memicu terjadinya pelemahan di sisi industri manufaktur. Pertama, dari sisi permintaan. Shinta bilang pesanan baru justru tercatat mengalami penurunan pertama kalinya dalam tiga bulan dengan laju penurunan tercepat dalm setahun.





























