Menakar Klaim Kehadiran AI Justru Ciptakan Lebih Banyak Pekerjaan
Redaksi
07 July 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cerita bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan menghilangkan jutaan pekerjaan mulai berubah. Sejumlah petinggi perusahaan teknologi kelas dunia, yang sebelumnya memperingatkan ancaman AI terhadap tenaga kerja, kini justru menilai teknologi tersebut berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas pekerja.
Perubahan pandangan tersebut terlihat dari pernyataan para CEO perusahaan teknologi dalam beberapa pekan terakhir. Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman mengatakan industri AI sebelumnya terlalu meremehkan kemampuan teknologi itu untuk tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari berbagai aktivitas kerja.
"Kami cukup tepat dalam prediksi teknologi, tetapi cukup keliru dalam memprediksi implikasi sosial dan ekonominya," ujar Altman dalam sebuah konferensi pada akhir Mei, dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/7/2026).
Lantas, dalam wawancara bersama CNBC, Sam Altman juga mengatakan industri AI sebelumnya "meremehkan seberapa besar kemampuan kami untuk tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari semuanya."
Senada, CEO Anthropic Dario Amodei yang tahun lalu memperingatkan AI dapat menghilangkan sekitar separuh pekerjaan entry-level atau level pemula, kini menilai AI juga membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus memangkas tenaga kerja.
































