Saham–saham infrastruktur, saham transportasi, dan saham barang baku menjadi pemberat pelemahan IHSG dengan tertekan mencapai 0,59%, 0,51%, dan 0,42%. Disusul oleh saham–saham keuangan yang melemah 0,39%. Sedang, saham perindustrian minus 0,27%.
Pelemahan pada saham infrastruktur diperberat oleh amblesnya saham PT Indosat Tbk (ISAT) minus 4,54%, dan saham PT LinkNet Tbk (LINK) yang turun 3,62%. Serta saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melorot 2,07%.
Adapun saham–saham transportasi juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) jatuh 4,52% dan saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 2,42%. Serta saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) drop 1,85%.
Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan turut melemah dan tertekan di zona merah, dengan kehilangan 0,55% di posisi 578,578.
Saham–saham unggulan LQ45 yang juga bergerak pada teritori negatif hingga menyeret IHSG di zona merah antara lain, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terjatuh 3,85%, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) drop 2,08%, hingga saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) drop 1,91%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 1,9%.
Sama halnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) ambleas 1,87%, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terpeleset 1,75%. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 1,67%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) drop 1,64%.
BRI Danareksa Sekuritas memaparkan, IHSG Sesi I ditutup melemah 0,18% dengan nilai transaksi Rp4,74 triliun. Pasar cenderung mixed, tercermin dari 285 saham menguat, 295 saham melemah, dan 198 saham stagnan, menunjukkan pelaku pasar yang masih cenderung berhati–hati sambil menunggu katalis lanjutan.
“Investor cenderung menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya,” mengutip riset terbaru BRI Danareksa, siang hari ini.
Sementara itu, secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah penguatan sebelumnya tertahan di area resistance 5.930, yang juga berdekatan dengan MA–20 sebagai resistance dinamis.
“MACD masih bergerak positif, mengindikasikan momentum rebound tetap terjaga, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren,” papar BRI Danareksa dalam riset terpisah, Senin.
Adapun selama mampu bertahan di atas support psikologis 5.800, IHSG masih berpeluang kembali menguji area 5.930–6.000.
Di sisi lain, trading value yang terus melandai mencerminkan sikap wait and see investor. Selain minimnya katalis, perhatian pasar juga mulai teralihkan ke proses IPO yang sedang berlangsung, sehingga berpotensi menyerap sebagian likuiditas pasar, tutup BRI Danareksa.
(fad)






























