Hal tersebut diungkapkan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026).
Bahlil mengungkapkan 13 proyek hilirisasi tersebut bakal berbeda dengan 20 proyek hilirisasi sebelumnya yang sudah diumumkan bakal digarap.
“Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi, yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi,” kata Bahlil di Hambalang melalui siaran Sekretaris Presiden, Maret lalu.
Sebelumnya, Satgas Hilirisasi menyelesaikan kajian 18 proyek senilai US$38,63 miliar atau sekitar Rp640,4 triliun.
Dari 18 proyek yang diajukan, 8 di antaranya program hilirisasi di sektor mineral dan batu bara (minerba), masing-masing 2 proyek di sektor transisi dan ketahanan energi, dan masing-masing 3 proyek di sektor pertanian, kelautan dan perikanan.
Dalam perkembangannya, Danantara telah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking empat proyek hilirisasi di sektor energi, dari total enam proyek hilirisasi yang diresmikan pada tahap awal.
Daftar 13 Proyek Hilirisasi Fase 2 Danantara:
1. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina)
2. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau (Pertamina)
3. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur (Pertamina)
4. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua (Pertamina)
5. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, NTT (Pertamina)
6. Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan (MIND ID, Pertamina). Kapasitas 1,4 juta ton per tahun.
7. Fasilitas Produksi Stainless Steel berbahan dasar nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Krakatau Steel). Kapasitas 1,2 juta ton per tahun.
8. Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten (Krakatau Steel). Memiliki kapasitas 1,5 juta ton per tahun.
9. Pengembangan Ekosistem & Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat (Jasa Marga, WIKA)
10. Hilirisasi Tembaga & Emas di Gresik, Jawa Timur (PINDAD, MIND ID). Pengembangan fasilitas brass mill, brass cup dan manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Kapasitas awal pengembangan mencakup produksi brass cup hingga 10.000 ton per tahun dan periode pembangunan proyek 2026—2029.
11. Hilirisasi Minyak sawit jadi Produk Oleofood dan Biodiesel di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara (PTPN)
12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Kebun Awaya Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun.
13. Fasilitas Pengolahan Kelapa Terintegrasi (MCT, Tepung, Arang Aktif) di Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 300.000 butir kelapa per hari.
(azr/naw)

























