Logo Bloomberg Technoz

Moratorium Smelter Nikel Disebut Picu Tren Investasi Bauksit RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
27 July 2026 11:20

Penyaringan terak tungku di pabrik nikel. (Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg)
Penyaringan terak tungku di pabrik nikel. (Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengatakan lonjakan investasi hilirisasi bauksit yang mengalahkan sektor nikel pada kuartal II-2026 salah satunya didorong oleh kebijakan moratorium pembangunan smelter nikel baru sejak medio 2025.

Moratorium tersebut tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 28/2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Kenaikan [investasi hilirisasi bauksit] ini didorong adanya PP No. 28/2025 yang terbit pertengah 2025. Menurut saya, ini justru bagus karena ketergantungan kita terhadap nikel menjadi seimbang. Jangan sampai ada ketergantungan terlalu besar terhadap satu komoditas,” kata Ketua Bidang Hilirisasi Mineral Perhapi Muhammad Toha saat dihubungi, dikutip Senin  (27/7/2026).


Toha juga menyampaikan pemberlakuan regulasi yang diundangkan sejak pertengahan tahun lalu tersebut membawa dampak positif bagi keseimbangan struktur industri pertambangan nasional. 

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi./Bloomberg-Dimas Ardian

Kebijakan moratorium smelter nikel yang menghasilkan produk antara (intermediate) ini, kata Toha, secara efektif membendung dominasi tunggal nikel dan mendorong penguatan komoditas mineral bernilai strategis lainnya.