Logo Bloomberg Technoz

Investasi Hilirisasi Bauksit Bersemi, Sektor Nikel Tahan Ekspansi

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 July 2026 13:30

Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Investasi hilirisasi bauksit yang mulai menggeser ketertarikan pemodal pada sektor nikel dinilai dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta regulasi domestik, seperti ketidakpastian kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengungkapkan, berdasarkan dinamika di industri domestik dan prediksi jangka menengah, terdapat penyesuaian strategi dari para pelaku industri nikel dalam 2—3 tahun ke depan.

"Investor [hilir nikel] eksisting di segmen rotary kiln electric furnace [RKEF atau pirometalurgi] cenderung menunda rencana ekspansi. Hal ini terjadi karena ketidakpastian pasokan bijih jangka panjang dan struktur biaya yang makin besar," ujar Arif saat dihubungi, Jumat (24/7/2026).


Arif menambahkan proyek-proyek nikel yang saat ini sedang berjalan diproyeksikan akan lebih berfokus pada optimasi efisiensi biaya, integrasi rantai pasok, serta restrukturisasi keuangan. 

“Lanskap investasi diperkirakan bergeser ke arah proyek bernilai tambah lebih tinggi yang mampu menyerap kenaikan biaya produksi domestik,” tambahnya.

Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian