Trump Batalkan Rencana Serangan, Klaim Damai AS-Iran Sudah Dekat
News
12 June 2026 07:01

Catherine Lucey - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendadak menarik kembali ancaman serangan militer terhadap Iran. Langkah ini menjadi pembalikan sikap yang sangat drastis, mengingat hanya berselang beberapa jam sebelumnya ia sempat bersumpah akan menggempur Republik Islam tersebut dengan "SANGAT KERAS" dan mengancam bakal menyita infrastruktur minyak mereka.
Pasukan AS telah membombardir Iran dengan serangan udara selama dua hari berturut-turut ketika Trump, pada Kamis (11/6/2026) pagi waktu setempat, menyatakan bahwa militer Amerika akan melanjutkan serangan untuk hari ketiga. Namun pada sore harinya, Trump mengumumkan lewat media sosial bahwa rencana serangan tersebut dibatalkan. Ia kembali mengeklaim bahwa kesepakatan damai sudah dekat—meski tanpa adanya konfirmasi apa pun dari pihak Iran.
Kepada para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan dapat berlangsung paling cepat akhir pekan ini di Eropa, dan Wakil Presiden JD Vance akan hadir jika rencana tersebut terealisasi. Ia juga mengeklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah menyetujui poin-poin kesepakatan, walaupun ia tetap memperingatkan bahwa pakta tersebut belum sepenuhnya final. Presiden AS itu menggambarkan dokumen tersebut sebagai "nota kesepahaman yang sangat kuat namun masih sedikit konseptual," yang nantinya akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan mencakup komitmen Teheran untuk tidak mengejar kepemilikan senjata nuklir.
Namun, kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, menyatakan pada Kamis (11/6) pagi bahwa para pejabat Teheran belum menyetujui draf teks kesepakatan apa pun dengan AS, merujuk pada sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya. Program nuklir Iran dan pembekuan aset-aset mereka di luar negeri selama ini memang kerap menjadi batu sandungan yang alot dalam meja perundingan.



























