Bursa Asia Bersiap Menguat Usai Trump Beri Sinyal Damai AS-Iran
News
12 June 2026 06:40

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg,
Bursa saham di Asia bersiap bergerak menguat pada perdagangan hari Jumat (12/6/2026), mengekor reli yang terjadi di Wall Street. Sentimen positif ini merebak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) kian dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, sekaligus membangkitkan harapan akan berakhirnya konflik lewat jalur diplomasi yang sempat mengguncang pasar global.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Jepang, Australia, dan Hong Kong semuanya menunjukkan indikasi menguat pada pembukaan perdagangan. Kontrak pada saham-saham AS juga bergerak naik tipis setelah indeks S&P 500 melesat 1,8% dan Nasdaq 100 melonjak 3,3% pada perdagangan hari Kamis kemarin. Indeks Semikonduktor Philadelphia bahkan meroket hampir 8%, memimpin pergerakan positif secara luas di sektor saham teknologi. Di sisi lain, SpaceX mencetak sejarah baru setelah berhasil meraup dana US$75 miliar dalam aksi IPO terbesar yang pernah ada.
Sebaliknya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) merosot 2% pada awal perdagangan hari ini, setelah minyak Brent anjlok lebih dari 4% pada hari Kamis. Penurunan tajam harga komoditas ini terjadi seiring keputusan Trump untuk menarik kembali ancaman serangan militernya terhadap Iran. Trump menyebutkan adanya "pembicaraan" yang "telah disampaikan ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran" demi mengakhiri perang melalui negosiasi. Ia juga menambahkan bahwa penandatanganan kesepakatan damai dapat dilakukan paling cepat akhir pekan ini di Eropa, dengan dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance.



























