Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hari Ini Finis di Bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
11 June 2026 15:21

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah bergerak defensif pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026). Meski ditutup melemah 0,22%, mata uang Ibu Pertiwi masih mempertahankan posisinya di bawah Rp18.000/US$. 

Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat berada di Rp17.993/US$.

Pelemahan rupiah dipicu oleh kondisi geopolitik yang semakin sarat dengan ketidakpastian, setelah Amerika Serikat (AS) menyerang sejumlah fasilitas air bersih di Iran. Pelemahan rupiah sore ini sejalan dengan mata uang kawasan seperti won Korea Selatan, rupee India, baht Thailand, ringgit Malaysia, yuan China dan dolar Singapura. 


Sebaliknya, hanya dolar Taiwan, peso Filipina, yuan offshore, yen Jepang dan dolar Hong Kong yang tercatat menguat dalam sesi perdagangan hari ini. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)

Meskipun indeks dolar AS masih bertahan tinggi di posisi 99,98, harga minyak mentah telah terpangkas 0,59% ke level US$92,55 per barel, sebab serangan terbaru belum menyasar aset-aset energi, dan pasar minyak berhasil menemuka berbagai jalur alternatif yang bisa mencegah lonjakan harga seperti sebelumnya.