Logo Bloomberg Technoz

Menkes: BPJS Itu Gotong Royong, Kaya Miskin Layanan Harus Sama

Dinda Decembria
10 June 2026 11:50

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tiba di Istana Negara, Selasa (9/6/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tiba di Istana Negara, Selasa (9/6/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan asuransi sosial berbasis gotong royong, sehingga seluruh peserta berhak memperoleh layanan kesehatan yang setara tanpa membedakan status ekonomi maupun besaran iuran yang dibayarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, dan jajaran BPJS Kesehatan, Selasa (9/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia kembali menjelaskan filosofi penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang selama ini menuai perdebatan di masyarakat.

Menurut Budi, konsep pembagian layanan berdasarkan kelas tidak sejalan dengan prinsip dasar asuransi sosial. Ia menilai tidak tepat jika peserta yang membayar iuran lebih tinggi kemudian memperoleh layanan kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan peserta lainnya.


"Jadi tidak kelas 1 itu kasta Brahmana, kelas 3 itu kasta Sudra. BPJS adalah asuransi gotong royong. Ini bukan asuransi komersial. Jadi sebenarnya secara konsep enggak benar tuh orang yang bayar tinggi lebih dapat service tinggi," kata Budi.

Ia menjelaskan masyarakat yang menginginkan fasilitas tambahan masih dapat memanfaatkan asuransi kesehatan swasta melalui skema Coordination of Benefits (CoB) yang dikombinasikan dengan kepesertaan BPJS Kesehatan. Namun untuk layanan dasar yang dijamin negara melalui BPJS, seluruh peserta seharusnya memperoleh perlakuan yang sama.