Asosiasi Usul Kendaraan Emisi Terendah Dapat Insentif Terbesar
Pramesti Regita Cindy
24 July 2026 14:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengusulkan pemerintah mengubah skema pemberian insentif kendaraan ramah lingkungan dengan menjadikan tingkat emisi karbon sebagai acuan utama.
Wakil Ketua Umum Periklindo Achmad Rofiqi menyatakan pendekatan tersebut dinilai lebih adil dibandingkan hanya memberikan insentif kepada satu jenis teknologi, seperti kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
"Pesan utama yang ingin kami sampaikan saat ini adalah bahwa kendaraan yang paling bersih harus menerima insentif yang paling tinggi," jelas Rofiqi dalam webminar secara daring, Jumat (24/7/2026).
Indonesia saat ini tengah dihadapi oleh dua tantangan yang tak kecil yakni menjaga ketahanan energi nasional dan mencapai target net zero emission pada 2060.
Sehingga sejalan dengan hadirnya tantang tersebut, kebijakan insentif seharusnya diarahkan untuk mendorong seluruh teknologi yang mampu mengurangi emisi karbon, bukan hanya berfokus pada satu jenis kendaraan.
Di samping itu, Rofiqi bilang dengan skema insentif berbasis karbon juga akan menciptakan persaingan yang lebih sehat di industri otomotif. Dalam formulasi yang diusulkannya, kendaraan dengan emisi tinggi akan menerima insentif yang lebih kecil atau bahkan tidak memperoleh subsidi, sedangkan kendaraan dengan emisi paling rendah akan mendapatkan dukungan paling besar.
































